Sebuah payung kecil terdiam di pojok tembok.
Berwarna hitam peka,dengan penuh goresan tetesan air.
Pada suatu sore dengan awan kelabu.
Dia masih terdiam di tempat itu dan tak bergerak.
Bukan hanya sekedar nilai dari suatu barang payung hitam di
pinggirkan.
Jika dia dapat bercerita, mungkin dia umurnya lebih lama
dari jalanan ini.
Saksi bisu akan mengenai kenistaan serta ketidak adilan akan
manusia
Payung hitam..
Selalu menjadi pendamping setiap orang menuju peristirahatan
terkahir.
Payung tidak akan mampu berteriak mengenai penindasan.
Tetapi manusia di ciptakan sebagai sebuah penggerak, serta
perubah itu semua.
Agak lama hujan sore ini turun, begitu pula agak lama juga
penderitaan ini berjalan.
Sudah kah kamu melihat kebenaran hari ini?
Yang bersiul-siul menutup kemunafikan yang di benarkan
maupun,
Hal sampah yang di anggap benar.
A.I.B
photo by : http://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/5564df390423bd24068b4567.jpeg?t=o&v=760
photo by : http://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/5564df390423bd24068b4567.jpeg?t=o&v=760


0 komentar:
Posting Komentar