Kamu datang di saat aku membutuhkan suatu teman, lebih dari
skedar teman. Kamu hadir memberikan sebuah senyuman indah di kehidupanku. Harum
wangi serta cantik bak bunga yang kau beri untuku. Nyaman, serta mulai tertarik
denganmu sudah lama aku sembunyikan perasaan ini kepadamu. Aku tak mampu berkata banyak saat kamu membagikan sebuah
kabahagiaan, bahagia serta senang bercampur jadi satu ,
Kau latunkan kepadaku lagu penyemangat hidup saat aku menghadapi suatu masalah. Kau hibur aku di saat aku sedih bahkan kaupun tak segan berjuang hal di luar nalar manusia pada umumnya hanya untuk membahagiakan ku semata. Masih saja kamu tersenyum dengan menatapku saat aku benar-benar memarahimu, entah yang awal mulanya marah dengan melihat tingkah lakumu sejenak langsung sirna menjadi sebuah senyuman. Dan candaan..
Kau latunkan kepadaku lagu penyemangat hidup saat aku menghadapi suatu masalah. Kau hibur aku di saat aku sedih bahkan kaupun tak segan berjuang hal di luar nalar manusia pada umumnya hanya untuk membahagiakan ku semata. Masih saja kamu tersenyum dengan menatapku saat aku benar-benar memarahimu, entah yang awal mulanya marah dengan melihat tingkah lakumu sejenak langsung sirna menjadi sebuah senyuman. Dan candaan..
Kau selalu membuatku tersudut, membuatku tak mampu menepis
untuk berkata “ aku memang sangat menyayangimu”. Dan ku berharap jangan rubah
senyumanmu itu saat engkau berada di sampingku. Begitu juga, saat bunga ini berada di kedua tanganku, dengan
cara lucumu kamu membuat ku terkejut untuk tidak menghilangkan moment berharga
itu. sungguh jujur aku bahagia kala itu kamu sanggup membuatku luluh tak
terkira. Kini semua hal kebahagian itu telah pergi seiring layunya
bunga yang kau beri kepadaku. Betapa bodohnya aku melepaskan engkau dalam
kehidupanku begitu saja. Menyesal masih tampak jelas saat aku mengenang moment
bersamamu.
Aku ingin kamu kembali mengukir kisah lucu kita berdua,
bersama-sama kita tertawa melepaskan semua kepenatan akan ketidak adilan
menjalani kehidupan. Namun aku tersadar..kamu telah terlalu pergi jauh hingga..hanya sekedar menanyakan
keadaanmu saja aku terlalu takut, takut kalau aku
kembali menyakitimu seperti
kala itu..
Terimakasih untukmu yang telah membuatku bahagia..
Maaf aku masih belum dapat membalas kebahagiaan yang telah
kau berikan untukku. Dan apabila tuhan memberi ku kesempatan,kelak akan ku
gunakan waktu tersebut sebaik-baiknya.
Jaga dirimu baik-baik, doaku selalu menyertai langkahmu. Mungkin
raga kita , kini telah berpisah tapi apa
salahnya jika aku memelukmu dalam panjatan doa di setiap sujudku. Terimakasih banyak
ya..senyumku yang hilang.
by A.I.B
by A.I.B

0 komentar:
Posting Komentar