Lorong-lorong waktu memisahkan 2 kesatuan.
Kau dorong aku, ke dalam lubang kehancuran.
Kita pernah merajut sebuah mimpi bersama.
Namun kau injak dan kau rusak permata intan yang telah lama
ku cari selama ini
Begitu juga wanita,
dia Cuma ingat kekejaman yang orang lakukan kepadanya, walaupun
kecil.
Begitu juga dia pun lupa, bagaimana kekejamannya begitu besar kepada orang lain.
Hidup bukan hanya seperti apa yang kau pikirkan.
Bukan sekedar benih-benih akal pikirmu mengenai kesenangan
dunia.
Sekarang siapa yang kejam?
Kau kembali ketika semua kesenanganmu menghilang seperti
debu..
Kau telantarkan pemuda ber cita-cita tinggi saat dia
memohonmu untuk mengasihani.
Pada akhirnya dia pun bangkit dengan penuh luka di dalam
raut senyumnya.
Dan kau sekarang mampu melihatnya tersenyum di depan umum.
Serta menjerit sedih di belakang semua orang..
Pergilah kau..bersama ucapan yang telah kau bangga-banggakan
kala itu.
Aku tetaplah aku..
aku adalah seorang pemuda yang telah kehilangan 70% perasaan
ku mengenai kehidupan.
Biarkan saja aku seperti ini.
Hidup abadi di balik tirai-tirai tersembunyi tanpa
seorangpun dapat mengetahui.
By : A.I.B


0 komentar:
Posting Komentar