Ada dua batas menghalangi langkahku mencari arti sebuah
kehidupan.
Mengenai suatu mimpi dan harapan.
Dengan sebuah perasaan yakin.
Ku langkah kan kaki dengan selalu menatap kedepan
Saat ku lihat kebawah..lumuran darah menetes begitu merahnya.
Tidak terbesit sdikitpun untuk menghentikan langkah ini.
Mata mulai sadu dan badan mulai bergetar.
Jalan terlalu berat untuk di lalui.
Aku mulai bertanya halus kepada pepohonan..
Apakah kebahagian dapat ku temui di ujung jalan ini?
Mereka hanya diam melihat sikapnya acuh kepadaku.
Entahlah, mungkin mereka semua tak peduli denganku.
Dan ketika aku mulai memejamkan mata..
Ku mendegar alunan lagu jeritan,tangisan,candaan, serta
tawaan
Yang penuh akan sandiwara.
Lagu itu belum berhenti. Rasa sakit tumbuh seperti
kalimat-kalimat indah di buku-buku puisi Sylvi
Plath. Aku mencintaimu dan mencitai
kehilanganku atasmu.
Di , Sana orang-orang berbahagia demi mengibur
kesedihan mereka. aku berbahagia karena selalu
bisa sedih pernah memiliki.
By : A.I.B

0 komentar:
Posting Komentar